Oleh: Ust. Ahmad Rozikan

KEWAJIBAN PERTAMA BAGI MUKALLAF

Ulama’ berbeda pendapat mengenai hal apa yang wajib diketahui pertama kali oleh seorang mukallaf?

  1. Al Imam Al Asy’ari mengatakan, kewajiban pertama kali seorang mukallaf adalah mengenal Allah SWT.
  2. Pendapat kedua juga dinisbatkan pada Al Imam Al Asy’ari mengatakan, kewajiban pertama seorang mukallaf adalah berfikir atau melakukan pengamatan yang membawanya mengenal Allah SWT.
  3. Pendapat ketiga pendapat Imam Haromain mengatakan, kewajiban pertama seorang mukallaf adalah niat melakukan pengamatan yang membawanya mengenal Allah.[1]
  4. Pendapat keempat mengatakan, kewajiban pertama adalah mengucapkan dua kalimat syahadat.

Pendapat yang mu’tamad adalah yang pertama, yakni pendapatnya Al Imam Al Asy’ari.[2]

 

Dasar Kewajiban Mengenal Allah.

Ulama berbeda pendapat mengenai hal apa yang mendasari kewajiban seorang mukallaf mengenal Allah SWT:

  1. Menurut golongan Asya’irah (pengikut Al Imam Al Asy’ari) kewajiban mengenal Allah itu sama seperti kewajiban - kewajiban yang lain, yakni berdasarkan Syara’, artinya seandainya syara’ tidak memerintahkan maka tidak ada kewajiban mengenal Allah SWT. Pendapat ini sesuai dengan pemahaman akal pikiran; karena sebelum datangnya syara’ tidak ada ketetapan hukum sama sekali dalam islam atau disebut masa fatroh (masa dimana tiada aturan hukum agama yang mengikat kehidupan manusia).
  2. Menurut golongan Maturidiyyah (pengikut Al Imam Al Maturidi) kewajiban mengenal Allah berbeda dengan kewajiban - kewajiban yang lain, yakni berdasarkan akal pikiran, artinya andai syara’ tidak datang menjelaskan sekalipun, maka akal akan mampu mengenal Allah dengan sendirinya, karena manusia tercipta dengan tabi’at dasar mengenal sang kholiq.
  3. Menurut golongan Mu’tazilah kewajiban mengenal Allah itu sama dengan kewajiban -kewajiban yang lain, yakni berdasarkan akal pikiran, bedanya denga Maturidiyyah, kaum Mu’tazilah memposisikan akal sebagai dasar utama dari semua hukum. Sementara syara’ hanya berposisi sebagai penguat akal saja.

 

Arti Mengenal Allah

Mengenal Allah adalah ketika egkau menyakini sepenuhya akan sifat – sifatNya melalui dalil-dalil atau bukti, bukan dengan mengetahui DzatNya; karena tidak mungkin ada yang bisa mengetahui hakikat Dzatnya Allah kecuali Ia sendiri, seperti yang telah dijelaskan dalam bab sebelumnya.

 

 

Pengajian Ramadhan 1441 H. di PP. Fadllul Wahid Ngangkruk, Bandungsari, Ngaringan, Grobogan, Jawa Tengah

Diampu oleh: KH. Habibul Huda Bin Najid

 

 

[1] Syaikh Ibrahim Al Bajuri dalam Tuhfatul Murid menyatukan tiga pendapat yang awal, yakni  kewajiban pertama seorang mukallaf adalah mengenal Allah, dan untuk mengenal Allah membutuhkan wasilah pengematan, dan sebelum melakukan pengamatan seseorang membutuhkan niat.

[2] Masih ada delapan pendapat lain mengenai hal ini, selengkapnya lihatTuhafah Al MuridAla Jauharoh At Tauhid  karnya syaikh Ibrahim Al Bajuri, halaman: 24,cet haromain, atau Aunul Murid karya Asep Abdul Qodir Jaelani halaman: 36 -37, cet Dar Adz Dzahabi